
|
sweet owner ![]() Bigfoots! Credits!
| buat para perempuan :*
Betapa Mudahnya
Perempuan Tertipu
Tolong dibaca
sampai selesai, agar tidak salah paham
Berdasarkan dari
betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat
angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan
gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang
bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe
doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami
berubah.
Kami bisa memanfaatkan
semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa
“SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan
hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk
meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property
seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian
menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan
yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo
masih).
Wahai wanita,
tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran
kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada
kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami.
Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah
beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).
Pernikahan yang
kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering
kami injak-injak.
Apalagi status
pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya
seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan
atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari
yang kecil sampai yang besar.
Tapi masalah jadi
bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia
lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses
penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.
Sex dengan pacar
sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga
pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih,
sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.
Soal kaya atau
miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses
memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan
berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa
yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan
yang menanti kami.
Target berjilbab?
Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam
berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik
tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap
kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari
ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.
Usaha kami sukses
terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga
jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran
“hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari
polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target
tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!
Usaha kami gagal
apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak
keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian
yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab
kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam
memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta
berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.
Kenyataan yang
menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika
dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar
kami.Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap
makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka.
Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan
“Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara
panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling
sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal
keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang
kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang
tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya
pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.
Jika tujuan utama
kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu
kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya,
kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami
untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada
level trik ini.
Kenyataan yang
juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua
target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran
adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah
beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan
kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami.
Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami
tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan
sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.
Soal dikemudian
hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau
muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat
dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua
manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan
dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan
ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.
Putus. Juga
merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru.
Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di
hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan
hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana,
tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada
umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam
setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang,
diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut
hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman,
nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami
ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian
kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat
berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama
sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan
tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.
“Ahh, saya kan gak
pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget
berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan
peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami
utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama
Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami
lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui
bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain
ciptakan.
“Ahh, tidak semua
cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis
ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling
Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di
kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target
bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.
Jika Anda wanita
berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak,
mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman
yang jelas…
Maka Anda target
kami berikutnya!!!
Wahai wanita,
ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan
datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak,
sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki
yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan
berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.
Puncak kehinaan
wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan
wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk
jadi isterinya.
Hancurkan harga
diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …
Tidak ada solusi
termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan
menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target
mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai
proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum
pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah
putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama
Anda!
|